Altherian - Revenge for The Gods -- Prolog --

PROLOG


Altherian sebuah dunia abad pertengahan yang diciptakan oleh Dewi Malvitae sang dewa kehidupan dan penciptaan bersama dengan lima dewa lainnya.

Keindahan ciri khas abad pertengahan serta udara bersih tidak tercemar sesuatu yang sulit dibandingkan dengan bumi masa kini.

Sihir merupakan teknik utama di dunia ini yang membuat tidak adanya kemajuan sains.

Peperangan, pertikaian perebutan kekuasaan dan wilayah adalah hal biasa yang pasti terjadi.

Hingga suatu kekuatan muncul mengancam dunia yang mempersatukan seluruh kehidupan di Altherian.

Peperangan, pertikaian, perebutan kekuasaan semua berhenti atas dasar mempertahankan kehidupan.

Perjuangan panjang dan pengorbanan dilewati hingga akhirnya hanya kekalahan yang didapatkan. Ancaman itu tidak bisa dihancurkan walaupun seluruh kehidupan di Altherian mempersatukan kekuatan.

Manusia menyebut ancaman itu sebagai Raja Iblis.

Puncak semua kejahatan.
Musuh semua kebaikan.
Awal mula dari kegelapan.
Mahkluk keji yang mengancam semua kehidupan.

Atas permintaan dan doa dari seluruh kehidupan, sang Dewi memanggil pahlawan untuk mengalahkannya dan membawa perdamaian pada dunia.


Dengan kekuatannya yang berada diluar logika dan akal sehat manusia, pahlawan berhasil mengalahkanya.

Namun apakah dunia akan damai?

Tidak

Nafsu adalah emosi utama manusia. Kerakusan adalah sifat dasar manusia. Ancaman yang disebut Raja Iblis hanyalah pengalihan dari ketidakberdayaan akan kerakusan mereka.

Apa yang terjadi setelah ancaman itu hilang, nafsu dasar kembali dan Altherian yang penuh dengan pertikaian kembali.

Pertikaian yang terjadi akibat kehausan akan kekuasaan dari umat manusia. Membawa kembali dunia dalam ketidak berdayaan.

Hingga manusia sadar akan satu hal. Masih ada ancaman yang berdiri dan berdampingan.

Dialah sang Pahlawan.

Sang Pahlawan yang menyelamatkan kehidupan dari ancaman kematian, yang bagi sebagian orang disebut sang mesiah pembawa berkah.

Akan tetapi, Manusia mulai memusuhi sang Pahlawan yang dianggap sebagai suatu keberadaan yang mengancam dan menakutkan.

Suatu keberadaan yang dapat mengancam nafsu dan kekuasaan.

Sebuah eksistensi yang pada akhirnya dianggap berbahaya karena bukan berasal dari dunia yang sama.

Altherian mulai mengalihkan pandangannya pada sang pahlawan.

Peperangan tak bisa dihindari.

Dan tentu saja kemenangan untuk sang Pahlawan, sebuah eksistensi yang bahkan mengalahkan Raja Iblis hanya dengan ujung jari.

Ribuan nyawa dan korban berhamburan dipihak yang kalah.

Doa dan permintaan kembali mereka curahkan pada sang Dewa meminta pertolongan.

Sang Dewa egois menjawab doa para umatnya dan mengabulkannya.

Dewi Malvitae sang dewa kehidupan bersama dengan lima dewa lainnya. Para Dewa yang menciptakan Altherian beserta kehidupannya turun langsung demi berhadapan dengan sang Pahlawan.

Pertempuran antara sang Pahlawan dan bawahannya melawan sang Dewa kehidupan Malvitae akhirnya terjadi.

Pertempuran yang berlangsung selama satu hari satu malam tanpa jeda mengguncang dunia.

Pertempuran yang menghancurkan setengah bagian dunia.

Sebuah peristiwa yang tak pernah terbayangkan sedikitpun dalam benak umat manusia. Menyadarkan betapa kecilnya mereka.

Pertempuran yang hampir membunuh eksistensi yang disebut dewa pun akhirnya berakhir. Dengan kemenangan tipis yang didapat oleh para Dewa.

Akhir pertarungan menyedihkan bagi sang Pahlawan berakhir dengan disegelnya sang pahlawan. Meninggalkan semua bawahannya yang dianggap sebagai keluarganya.

Saat itu hati yang damai dan penuh cinta, berubah menjadi dengki dan penuh dendam karena luka yang tak dapat dimaafkan.

Disaat-saat terakhirnya bersamaan dengan tubuhnya yang memudar sang Pahlawan memberikan perintah terakhirnya.

"Jangan pernah berniat balas dendam. Hiduplah dengan damai, karena aku akan kembali disisi kalian. Berapapun waktu yang dibutuhkan, tunggulah... aku akan kembali. Bertahanlah dan tunggu aku"

Sosok sang pahlawan pun menghilang dalam kehampaan udara.

Diiringi kesedihan ratusan bawahannya yang tetap tegar atas perintah masternya.

Pertempuran itu akan tetap menjadi legenda bagi Altherian, sebuah peristiwa yang menentukan nasib dunia.

Sebuah peristiwa yang akan terus dikenang sebagai ketidakberdayaan manusia.

Sebuah peristiwa yang akan mengubah nasib manusia.